Dalam upaya membentuk karakter anak usia dini yang kuat, mandiri, dan berempati, pendekatan pengasuhan yang kini semakin diakui efektivitasnya adalah Positive Parenting. Mengenal Positive Parenting berarti mengadopsi pola asuh yang berfokus pada komunikasi positif, saling menghormati, dan memberikan bimbingan, bukan hukuman fisik atau emosional. Mengenal Positive Parenting mengajarkan orang tua untuk melihat perilaku buruk anak sebagai peluang untuk mengajar (teaching moment), bukan sekadar kesalahan yang harus dihukum. Strategi pengasuhan ini menjadi strategi ampuh untuk membangun fondasi mental dan emosional anak yang sehat.
Inti dari Mengenal Positive Parenting adalah memberikan perhatian positif dan membangun hubungan yang kuat antara orang tua dan anak. Salah satu teknik utamanya adalah active listening atau mendengarkan aktif. Orang tua didorong untuk memahami emosi di balik perilaku anak, bukan hanya fokus pada perilakunya itu sendiri. Misalnya, saat anak tantrum (meleleh), orang tua perlu mengakui perasaan marah atau frustrasi anak (“Mama tahu kamu kesal karena mainanmu rusak”) sebelum memberikan solusi atau batasan.
Aspek penting lainnya dari Positive Parenting adalah menetapkan batasan yang konsisten namun dengan cara yang hangat. Batasan atau aturan rumah tangga harus dijelaskan secara jelas dan rasional kepada anak. Pada Pelatihan Parenting di Balai Kota Depok yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Sabtu, 14 Juni 2025, pukul 09.00, Psikolog Anak, Ibu Dian Pertiwi, menekankan pentingnya konsistensi. Jika suatu aturan dilanggar, konsekuensinya harus segera diterapkan dan bersifat logis, bukan berupa hukuman fisik. Misalnya, jika anak melempar mainan, konsekuensinya adalah mainan tersebut disimpan selama 30 menit, mengajarkan bahwa tindakan memiliki akibat.
Penerapan Positive Parenting secara konsisten akan menghasilkan anak-anak yang memiliki regulasi emosi lebih baik, kemampuan memecahkan masalah yang lebih kuat, dan harga diri yang lebih tinggi. Pola asuh ini secara efektif menghilangkan kekerasan, baik verbal maupun fisik, yang menurut riset dari Universitas Pendidikan Anak pada tahun 2024 terbukti berdawat buruk pada perkembangan kognitif dan sosial anak. Dengan demikian, Positive Parenting adalah investasi jangka panjang terbaik bagi masa depan psikologis anak usia dini.